Beranda » Perkuat Branding Daerah, Lamandau Launching Logo Pariwisata “Exotic Borneo”

Perkuat Branding Daerah, Lamandau Launching Logo Pariwisata “Exotic Borneo”

by Admin Kominfo

Nanga Bulik – Usai dikukuhkan, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lamandau bersama Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, secara terpisah melalui zoom meeting, resmi meluncurkan logo pariwisata Kabupaten Lamandau, Jumat (12/12) sore.

Assisten 2 Setda Lamandau, Dr Meigo, mengapresiasi proses perancangan logo yang dinilai memiliki identitas unik dan mampu membedakan Lamandau dengan destinasi wisata lainnya, sekaligus menampilkan citra positif daerah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Hendroplin, menyampaikan bahwa peluncuran logo pariwisata ini merupakan tahapan penting dalam proses branding daerah, dan menurutnya, branding menjadi elemen strategis untuk membangun identitas dan daya saing pariwisata Lamandau.

Ketua BPPD Kabupaten Lamandau, Michael Juanda, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lamandau atas dukungan penuh terhadap upaya branding pariwisata daerah dan menjelaskan bahwa proses branding pariwisata Lamandau telah melalui seluruh tahapan bersama tim branding Merah Putih, mulai dari kajian akademik, perumusan logo dan tagline, hingga strategi publikasi.

“Untuk tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Lamandau menjadi daerah pertama yang memiliki branding pariwisata secara lengkap, satu logo dan satu tagline akan digunakan sebagai identitas resmi promosi pariwisata,” jelasnya.

Tagline pariwisata Kabupaten Lamandau yang resmi diluncurkan adalah “Lamandau Exotic Borneo”.

Menurut salah satu tim ahli, Dr Yustisia Kristiana, menjelaskan bahwa logo pariwisata Lamandau mengandung tiga unsur utama, pertama; motif Borneo yang merepresentasikan identitas budaya Kalimantan melalui motif khas masyarakat Dayak yang sarat makna spiritual dan nilai estetika.

Kemudian di bagian tengah terdapat motif kepala rusa yang merepresentasikan satwa khas Lamandau sebagai simbol keindahan dan kekayaan alam, yang melambangkan keanggunan dan kebijaksanaan.

Unsur ketiga adalah elemen Luha yang menjadi identitas kuat Kabupaten Lamandau, melambangkan identitas budaya yang menandai kehadiran roh penjaga dalam setiap ritual Babukung.

Logo tersebut selanjutnya akan didaftarkan pada Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat, dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri, sektor pariwisata, serta kegiatan promosi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. (Diskominfostandi)

Related Articles

Leave a Comment