Benakitan – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, melaksanakan panen padi (behanyi) beras merah bersama masyarakat di Kelampatan Limat, Desa Benakitan, Kecamatan Batang Kawa, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan panen bersama ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa konsep permaculture yang kini menjadi tren global sejatinya telah lama dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan, bahkan sejak ratusan hingga ribuan tahun silam.
“Siklus menanam, merawat, memanen, mengolah hingga mengonsumsi hasil jerih payah sendiri merupakan pola hidup yang diwariskan lintas generasi. Seluruh proses dilakukan selaras dengan alam, tanpa pupuk kimia dan tanpa eksploitasi berlebihan. Hal ini merupakan bentuk pertanian organik autentik yang lahir dari kearifan lokal,” jelas Bupati.
Ia menambahkan, ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat perdesaan di Kabupaten Lamandau pada dasarnya telah terbangun sejak lama. Hasil panen padi masyarakat bahkan mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga hingga tiga sampai empat tahun ke depan.
“Kondisi ini menjadi bukti bahwa sistem pangan tradisional yang selaras dengan alam terbukti lebih tahan terhadap krisis,” ujarnya.
Bupati berharap ke depan ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pertanian, untuk melindungi sekaligus memperkuat kearifan lokal di sektor pertanian tersebut.
“Kita harus menguatkan pangan kita. Pangan kuat, rakyat kuat, negara kuat,” tegasnya. (Diskominfostandi)
