Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting diikuti dari Ruang Rapat Bupati Lamandau, Senin (12/1/2026).
Hadir dalam Rakor tersebut Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan SDA Setda Lamandau, Meigo Basel mewakili Bupati Lamandau, perwakilan Forkopimda dan perangkat daerah terkait.
Rakor rutin mingguan yang diselenggarakan oleh Kemendagri ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, dan diikuti oleh para kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretaris daerah, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan kondisi inflasi nasional, di mana pada Desember 2025 inflasi tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (month to month). Sementara inflasi tahunan (year on year) mencapai 2,92 persen, demikian pula inflasi tahun kalender sebesar 2,92 persen, yang masih berada dalam kisaran target nasional sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
Selain itu, rakor juga membahas perkembangan harga komoditas strategis pada minggu kedua Januari 2026. Sejumlah bahan pokok masih menunjukkan tren kenaikan harga, di antaranya bawang putih, telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, serta beras di berbagai daerah. Kondisi ini menjadi perhatian bersama untuk segera direspons melalui penguatan distribusi dan ketersediaan pasokan.
Melalui rakor ini, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah konkret dan terkoordinasi guna menjaga stabilitas harga serta mendukung keberhasilan program nasional demi terjaganya daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
